Aa Gym batal gugat cerai, Teh Ninih: Balas keburukan dengan kebaikan

Aa Gym batal gugat cerai, Teh Ninih: Balas keburukan dengan kebaikan

Alhamdullilah, kabar baik datang dari Aa Gym yang membatalkan gugatan cerai atas Teh Ninih. Pendakwah pimpinan Daarut Tauhid (DT) Bandung itu awalnya mengajukan permohonan talak cerai pada awal Maret 2021 di Pengadilan Agama Kota Bandung.

Kabar Aa Gym yang batalkan gugatan cerai dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya. “Jadi akhirnya dicabut, betul (nggak jadi cerai),” kata kuasa hukum Aa Gym, Dedi Setiadi, Rabu, 31 Maret 2021, dikutip dari Ayojakarta.com.

Keluarga sambut bahagia

Terkait alasan batalnya gugatan cerai, enggan diungkap oleh kuasa hukum Aa Gym. Yang pasti, Aa Gym sendiri yang meminta hal tersebut.”Pokoknya dicabut aja dari (perintah) langsung Aa, kita hanya kirim surat dan dikabulkan,” kata Dedi.

Aa Gym. Foto: ahad.co.id

Kabar tersebut disyukuri oleh pihak keluarga. Hal itu diungkap oleh Dudung, adik Teh Ninih. “Alhamdulillah sudah mencabut perkaranya dan dikabulkan oleh hakim. Kami dari keluarga ingin mendapat keputusan yang baik. Kami hanya meminta doa kepada semuanya. Insya Allah semuanya akan terbaik,” katanya dikutip dari YouTube Cumicumi.

Teh Ninih sendiri menyambut batalnya gugatan cerai dari Aa Gym dengan positif. “Semua sudah dikomunikasikan. Teh Ninih sehat. Alhamdulillah bersyukur. Terima kasih,” sambung Dudung.

Apa yang melatarbelakangi Aa Gym mencabut gugatan cerai merupakan urusan keluarga. “Untuk alasan saya kira tidak panjang lebar karena ini ranah keluarga,” ucapnya.

Tausiyah Teh Ninih soal membalas keburukan dengan kebaikan

Bersamaan dengan dicabutnya gugatan cerai oleh Aa Gym, Teh Ninih memposting tausiyah di Instagram dengan judul “Balas Keburukan dengan Segala Kebaikan”

Seperti diketahui, Teh Ninih adalah seorang pendakwah, da’iyah dan muballighoh. Dalam tausiyahnya, Ustadzah bernama Hj. Ninih Muthmainnah itu memberi contoh kebaikan hati Rasulullah SAW.

Mengawali tausiyah dengan lantunan doa atas Nabi Muhammad SAW, Teh Ninih memohon Allah untuk membimbing dia dan para jemaah untuk meneladani kebaikan Rasulullah.

Dia pun menceritakan kebaikan hati Rasulullah kepada seorang kakek Yahudi. “Ada kisah seorang kakek Yahudi yang oleh Rasulullah disuapi dengan penuh kasih sayang. Kakek Yahudi itu terus memarahi Rasulullah dengan kata-kata yang tidak pantas. Menghina Rasulullah habis-habisan, penghinaannya sangat menghinakan Rasulullah,” cerita Teh Ninih.

Tapi perlakuan kasar tersebut tidak mengurangi kasih sayang Rasulullah. “Tapi apa yang dikatakan Rasul? Rasul terus menyayanginya dengan harapan Allah memberikan hidayah, syariatnya dengan berbuat baik,” lanjutnya.

Kebaikan Rasulullah tidak sia-sia. “Dan ketika Rasulullah wafat ternyata kakek Yahudi itu sangat terkesan dengan kelembutan, kebaikan Rasulullah SAW. Akhirnya masuk Islam,” ungkap Teh Ninih.

Ibu tujuh orang anak itu kemudian menyampaikan hikmah atas kejadian tersebut. “Ini pelajaran berharga bahwa setiap keburukan jangan dibalas dengan keburukan lagi. Tapi kita berbuat baik, orang membalasnya dengan keburukan, kita harus membalasnya dengan kebaikan lagi,” tutup Teh Ninih.

Baca Lainnya

Dihujat bertubi-tubi, Atta Halilintar: Nabi ku ajarkan balas dengan kebaikan

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rasanya pepatah itu pas buat menggambarkan kehidupan Atta Halilintar. Tak hanya menerima sanjungan atas prestasinya sebagai YouTuber...

Gamis Korea, cocok bagi generasi muslimah milenial

Menggunakan busana meskipun sudah sesuai syariat Islam juga tidak boleh terlihat lusuh. Muslimah tetap perlu untuk update terhadap busana yang ada supaya bisa tampil...

Adab puasa yang baik dan perlu dijaga oleh orang muslim

Puasa juga merupakan salah satu ibadah. Dalam syari'at ajaran Agama Islam tentunya setiap ibadah memiliki adab - adabnya. Adapun urgensi menjaga adab dalam beribadah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here