Di antara tipu daya setan: Merasa diri paling suci, baiknya kita hindari

Di antara tipu daya setan: Merasa diri paling suci, baiknya kita hindari

Setan merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang tercipta dari dzat api. Setan adalah musuh yang nyata bagi umat manusia. Hakikat setan juga adalah untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Upaya setan dalam menyesatkan manusia pun beragam, sehingga tanpa sadar dalam keseharian kita yang kita anggap baik ataupun biasa saja. Ternyata hal itu malah justru merupakan tipu daya setan dalam upaya menyesatkan dan menjauhkan kita dari Allah SWT. Diciptakannya manusia dengan hawa nafsu membuat setan mudah sekali untuk menjerumuskan manusia dalam dosa. Nafsu akan selalu condong pada keburukan sehingga mudah untuk dimanfaat setan. Salah satu bentuk dari nafsu adalah sikap merasa diri paling suci.

Sikap merasa diri paling suci juga merupakan salah satu anak dari kesombongan yang merupakan wujud dari hawa nafsu. Seseorang yang merasa dirinya suci ia akan memandang rendah orang lain. Menganggap dirinya paling baik, dan menganggap hanya dirinya lah yang layak atas segala pujian dan jabatan.

Ilustrasi godaan setan. Foto: Pixabay
Ilustrasi godaan setan. Foto: Pixabay

Kadang tentu dalam diri kita pernah terselip benak tersebut. Bila benar maka jauhkanlah hal ini dari benak diri, jangan sampai terwujudkan dalam bentuk perbuatan yang berakibat akan menyebabkan kemudhorotan besar. Mungkin sepele kita lihat sikap ini, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa jika seseorang merasa dirinya paling suci. Ia berarti telah menyalahi kodratnya sebagai hamba. Karena hanya Allah SWT saja sebagai Dzat Yang Maha Suci.

Menghindari sikap merasa diri paling suci

Nabi Muhammad SAW merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Hal ini sudah menjadi haq beliau sebagai wujud rahmat untuk seluruh alam. Dan kita sebagai umat beliau tentu tak akan meragukan hal ini. Akan tetapi disamping istimewanya beliau, beliau tak pernah menganggap diri beliau paling suci. Pangkat kerasulan yang beliau bawa tidak mengendurkan kualitas hingga kuantitas ibadah dan amal beliau. Hal inilah yang perlu kita contoh dan tiru dari beliau selaku suri tauladan umat. Dengan meneladani beliau, menjalankan sunah – sunahnya serta menerapkan sikap tawadhu. Sikap tawadhu juga akan menjadi obat dari rasa sombong yang ada dalam diri kita. Sehingga penting bagi kita menerapkannya dalam kehidupan sehari hari kita agar terhindar dari tipu daya setan. Yang menyebabkan kita merasa diri ini paling suci dan memandang rendah orang lain.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

Baca Lainnya

Dihujat bertubi-tubi, Atta Halilintar: Nabi ku ajarkan balas dengan kebaikan

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rasanya pepatah itu pas buat menggambarkan kehidupan Atta Halilintar. Tak hanya menerima sanjungan atas prestasinya sebagai YouTuber...

Gamis Korea, cocok bagi generasi muslimah milenial

Menggunakan busana meskipun sudah sesuai syariat Islam juga tidak boleh terlihat lusuh. Muslimah tetap perlu untuk update terhadap busana yang ada supaya bisa tampil...

Adab puasa yang baik dan perlu dijaga oleh orang muslim

Puasa juga merupakan salah satu ibadah. Dalam syari'at ajaran Agama Islam tentunya setiap ibadah memiliki adab - adabnya. Adapun urgensi menjaga adab dalam beribadah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here