Menyeimbangkan hidup di dunia dan akhirat

- Senin, 4 Oktober 2021 | 15:00 WIB
Tawakal kunci rezeki. Foto: Unsplash
Tawakal kunci rezeki. Foto: Unsplash


Dunia merupakan perantara untuk menghantarkan pada kehidupan selanjutnya yaitu akhirat. Kembangkan antara dunia dan akhirat perlu dilakukan. Beribadah seakan-akan engkau akan besok dan Bekerjalah seakan-akan Engkau Hidup lama. Meskipun begitu Ingatlah tujuan utama kita adalah mencari ridho Allah, jadi melakukan sesuatu sebuah atas ketentuan-ketentuan dari Allah. Ikhtiar dan juga bersyukur karena kamu lebih mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Bagaimanakah menyeimbangkan hidup untuk dunia dan akhirat?





Keseimbangan Hidup Di dunia dan Akhirat





Dalam hadis riwayat Ibnu 'Asakir dari Anas, yang artinya adalah: "Bukanlah orang yang baik diantara engkau orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat Atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan atau menuju kehidupan di akhirat janganlah engkau menjadi beban orang lain." (H.R Ibnu 'Asakir dari Anas).





Dari hadis tersebut tertulis bahwa kehidupan di dunia ini adalah sarana menuju ke akhirat, untuk itu manfaatkanlah untuk mencari karidhaan Allah. Keseimbangan antara hidup didunia dan akhirat. Jika di dunia sebagai jembatan keberhasilan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, maka bersyukurlah, dan manfaatkanlah, serta berdoalah agar sukses di dunia dan di akhirat. Kita dituntut untuk tidak lemah, tidak meminta-minta, dan tidak membebani orang lain. Jika dapat seimbang antara dunia dan akhirat Insyaallah kesejahteraan hidup akan didapat di dunia dan di akhirat.





Menjadi Muslim yang Kuat





-
Percaya diri. Foto: Unsplash




Dalam hadis riwayat muslim dari Abu Hurairah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah sedangkan pada masing-masing ada kebaikannya. bersemangatlah engkau untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa tidak berdaya." (H.R Muslim dan Hurairah).





Kuat di sini berarti kuat dalam segala hal. Rasulullah memotivasi umatnya agar menjadi seorang mukmin yang kuat dalam segala hal, seperti kuat iman tidak mudah goyah, kuat kepercayaan, kuat fisik, kuat ilmunya atau pandai dalam segala hal, kuat ekonominya, kuat semangatnya, dan kuat sebagai orang mukmin yang bermanfaat bagi mukmin yang lain. Aamiin.

Halaman:

Editor: Emiliya Fatmawati - Muslima.ID

Tags

Terkini

Inilah adab murid terhadap sang guru

Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Hukum, syarat, waktu, dan cara zakat fitrah

Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Menyeimbangkan hidup di dunia dan akhirat

Senin, 4 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Mencari yang halal untuk jihad

Senin, 4 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Wajibnya mencari ilmu bagi setiap orang

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:00 WIB
X