Hukum, syarat, waktu, dan cara zakat fitrah

Hukum Zakat fitrah adalah wajib bagi semua muslim. Menurut Al Ghazali harta orang yang membawa harta orang yang membayar zakat tersebut menjadi suci dan bersih dan bertambah baik. Dalam surah at-taubah ayat 103 Allah berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka serta mendoa lah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At-Taubah : 103).

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan baik itu laki-laki, perempuan, dewasa ataupun anak-anak. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan diri, orang yang berpuasa dan perbuatan yang tidak berguna, serta perkataan yang kotor dan untuk memberi makan kepada orang-orang miskin.” (H.R Abu Dawud).

Hukum dan Syarat Zakat Fitrah

Hukum zakat fitrah ialah fardhu ain, yakni wajib bagi semua orang Islam, entah laki-laki, perempuan, yang kecil ataupun besar. Yang merdeka ataupun budak. Syarat-syarat orang yang melaksanakan zakat fitrah, diantaranya yaitu orang Islam, orang yang masih hidup waktu terbenamnya matahari saat Idul Fitri, orang yang memiliki kelebihan makanan baik untuk dirinya ataupun keluarganya pada hari raya.

Zakat mal. Foto: Unsplash

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Untuk mengeluarkan zakat fitrah terdapat waktu-waktu tersendiri nya. Waktu diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah yakni mulai tanggal 1 Ramadan hingga dengan penghapusan bulan Ramadan sebelum terbenamnya matahari. Waktu diwajibkannya zakat fitrah yakni, semenjak terbenamnya matahari pada saat bulan Ramadan hingga dengan sebelum salat Subuh pada tanggal 1 Syawal. Kemudian waktu yang afdhal atau sunnah yakni, ketika sesudah salat Subuh pada tanggal satu Syawal hingga dengan sebelum shalat Ied. Namun sesudah salat idulfitri pemberian pada waktu tersebut bukan disebut zakat fitrah, namun hanya shodaqoh biasa.

Mustahik dan Cara Pembayaran Zakat

Mustahik ialah orang yang berhak menerima zakat. Pengertian Mustahik dalam zakat fitrah ada dua golongan, yakni fakir dan miskin. Fakir ialah orang yang kurang untuk mencukupi keperluan hidup dan tidak mampu berusaha atau bekerja. Sedangkan miskin adalah orang yang mempunyai penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Membayar zakat fitrah langsung kepada mustahik atau kepada panitia zakat. Yang dikeluarkan ialah makanan pokok sejumlah satu sha’ atau 3,5 liter (2,5kg).

Wallahua’lam.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here