Introspeksi diri atau mengikuti kata orang lain saja ya?

Introspeksi diri atau mengikuti kata orang lain saja ya?

Manusia memang makhluk sosial, ia tidak dapat bertahan hidup secara mandiri. Tentunya kita akan membutuhkan orang lain. Meskipun begitu, sudah sepatutnya kita harus saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Seringnya berbicara dengan orang lain ternyata memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam diri loh. Percaya atau tidak, seiring berjalannya waktu dan semakin intens dalam berinteraksi dengan orang lain memberikan gambaran kepada diri kita untuk selalu mengikuti penilaian orang lain. Penting untuk melakukan introspeksi diri tanpa mengubah jati diri. Dengan kata lain kita akan selalu memperdulikan apa yang orang lain katakan dibandingkan dengan fakta yang ada.

Jika ini berlangsung terus menerus, kita dapat kehilangan jati diri yang telah melekat dalam diri. Apalagi dalam kasus yang sering terjadi pada diri remaja. Mereka tentunya masih mencari jati diri atau gambaran mengenai diri yang sesuai dengan passion yang dimiliki. Jika sudah menemukan jati diri maka kita tidak akan cepat mengeluh ketika menemukan hal yang disukai.

Mengikuti kata orang lain apakah baik?

Sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika orang lain memberikan penilaian yang cukup obyektif terhadap diri kita. Namun apa jadinya, bila kita mendapatkan penilaian buruk?. Apakah akan terasa senang dalam hati?. Tentu saja tidak, kita akan merasa terus gelisah memikirkan bagaimana cara agar orang lain menyukai apa yang dilakukan. Inilah hal yang salah dan sering terjadi pada para remaja. Akibatnya rasa percaya diri akan semakin berkurang dan yang lebih serius lagi yakni kita akan merasa candu terhadap penilaian orang lain kepada kita. Orang tersebut akan berupaya tampil maksimal meskipun ia merasa tidak suka dengan gayanya.

Solusi yang dibutuhkan hanyalah introspeksi diri

Introspeksi diri. Foto Instagram

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita harus selalu melakukan intropeksi diri atau bisa dikatakan sebagai evaluasi diri. Hal ini bertujuan untuk mencegah diri untuk menuruti apa yang orang lain inginkan. Dengan kata lain, kita harus menjadi diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Janganlah malu karena mengetahui kekurangan yang dimiliki, namun jadikan kekurangan sebagai acuan agar kita dapat mengembangkan kelebihan yang dimiliki.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan hal ini?

Sebenarnya waktu untuk melakukan intropeksi diri dapat dilakukan kapanpun. Tidak ada waktu khusus untuk mengevaluasi diri. Kita dapat mengevaluasi diri setelah shalat tahajud. Setelah memikirkan apa yang perlu di evaluasi kemudian berdoalah kepada Allah SWT. Karena hanya kepada-Nya sebaik-baiknya tempat untuk mencurahkan kerisauan dalam hati.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

Baca Lainnya

Dihujat bertubi-tubi, Atta Halilintar: Nabi ku ajarkan balas dengan kebaikan

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rasanya pepatah itu pas buat menggambarkan kehidupan Atta Halilintar. Tak hanya menerima sanjungan atas prestasinya sebagai YouTuber...

Sepatu flat sekarang banyak macamnya dan gak boring

Sebagian besar ulama masih memperdebatkan masalah halal haram tentang sepatu hak tinggi. Hanya saja ulama berpendapat bahwa hukumnya adalah makruh. Sedangkan sisanya adalah haram....

Daya tahan tubuh terjaga selama puasa di bulan Ramadhan

Memasuki Bulan Suci Ramadhan, ibadah puasa wajib Ramadhan akan menjadi tanggungan seluruh umat Muslim. Sehingga sebulan penuh sebagai umat muslim kita wajib menunaikannya. Dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here