Jalan keberuntungan, memperlakukan pembantu dengan baik

Berlakulah baik terhadap pembantu termasuk dalam perbuatan yang terpuji dan hal tersebut juga dianjurkan oleh agama. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganjurkan untuk memperlakukan pembantu dengan baik, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya yang berbunyi :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak kerabat-kerabat anak-anak yatim orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh teman sejawat Ibnu Sabil dan hamba sahayamu (para pembantu)… ” (QS. An-Nisa’: 35)

Jaminan untuk pembantu

Dalam sebuah hadis mengatakan bahwa bagi mamluk atau pembantu berhak untuk mendapatkan jaminan makanan dan pakaian yang layak. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW: “Bagi mamluk (pembantu)  memiliki hak makanan dan pakaiannya dengan baik dan tidak boleh mengerjakan sesuatu pekerjaan yang ia tidak mampu.”

Termasuk dalam berlaku buruk terhadap pembantu misalnya ketika tidak memberinya makan secukupnya juga pakaiannya. Selain itu, dengan memerintahkan sesuatu yang ia tidak mampu, suka memaki dan memukulnya tanpa adanya alasan pasti, alasan yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebuah hadis mengatakan:

Ada seorang wanita lapor kepada Nabi, ia berkata, “Ya Rasulullah, saya terlanjur menuduh pembantuku begini, hai pelacur!” Jawab Nabi, “Apakah kamu melihat ia berbuat begitu ?”

“Tidak!” jawab wanita tadi.

“Ucapanmu itu besok di hari kiamat akan menyeretmu sendiri,” kata Nabi.

Mendengar jawaban Nabi yang menakutkan itu, lalu si wanita tadi kembali menemui pembantunya, dengan memberikan cambuk pada dia yang dituduh pezina itu. Setelah memberikan cambuk, lalu ia bilang pada pembantunya,

“Cambuklah aku!”

Namun sayang, perintah majikannya itu tidak dilaksanakan. Ia (pembantu) tidak mau menyakiti majikannya. Maka, sebagai rasa terimakasih, sang pembantu tadi dimerdekakan, dibebas-tugaskan. Kemudian, tuan putri tadi kembali lagi menemui Nabi, mengabarkan kalau pembantunya sudah dimerdekakan, dibebas-tugaskan. Lalu, apa kata Nabi,

“Mudah-mudahan berkat memerdekakanmu padanya, Tuhan mengampuni dosamu terhadap tuduhanmu terhadapnya.”

Nasihat untuk majikan, pagar memperlakukan pembantu dengan baik

Jika sang majikan sampai terpaksa mencaci atau memukulnya, maka berlakulah sewajarnya, jangan sampai melampaui batas. Namun, jika sang majikan mau bersabar dan bisa menahan amarahnya, maka sikap tersebut sangat terpuji dan bisa memperoleh pahala besar dari Allah SWT.

Memperlakukan pembantu dengan baik, dianjurkan oleh agama. Dan hal itu juga bisa menjadi jalanmu untuk meraih keberuntungan. Mamluk atau pembantu juga manusia, maka selayaknya kita juga berbuat baik kepada sesama.

Referensi

Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Qudsi Media (2015). Menjadi Manusia Paling Beruntung.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here