Kaidah wajib dapat ditinggalkan kecuali karena wajib dan ibarat-ibarat lainnya, serta pengecualian

Rendah hati. Foto: Unsplash

Terdapat sebuah kaidah bahwa “Wajib tidak dapat ditinggalkan kecuali karena wajib.” Contoh dari kaidah tersebut adalah menurut hukum membedah perut itu hukumnya haram. Untuk itu perut wajiblah dijaga agar tidak sampai terbedah. Namun, seandainya ada seorang ibu yang kesulitan saat melahirkan, kecuali dengan pembedahan, maka dari itu Kewajiban menjaga perut agar tidak terbedah, dapat ditinggalkan karena adanya kewajiban membedah perut demi keselamatan seorang ibu dan bayi yang ada di kandungannya yang tengah menderita. Kaidah tersebut juga terdapat ibarat-ibarat lainnya.

Wajib tidak Dapat Ditinggalkan karena Sunah

Dalam kaidah “wajib itu tidak dapat ditinggalkan karena Sunah” contohnya sebagai berikut. Misalnya dalam salat seseorang telah terlanjur meninggalkan Tasyahud awal serta kini sudah dalam posisi berdiri. Hal itu dirinya tidak boleh kembali duduk karena berdiri adalah wajib dan tidak dapat ditinggalkan, dan Tasyahud awal hukumnya Sunnah. Untuk itu berdiri hukumnya wajib, dan Tasyahud awal hukumnya Sunah, maka wajib atau berdiri tidak dapat ditinggalkan karena Sunah.

Sesuatu Terlarang jika Diperbolehkan maka Menjadi Wajib

Ada sebuah kaidah yakni, “Sesuatu yang Terlarang, takkala diperbolehkan, maka menjadi wajib.” Contoh dari kaidah ini ialah, makan bangkai itu dilarang, Namun karena dalam keadaan darurat maka diperbolehkan. Memakan bangkai bagi orang yang dalam keadaan darurat itu bertujuan untuk menyambung umur.

Tips mengambil keputusan. Foto: Pexels

Sesuatu yang menjadi Keharusan Tidak Boleh Ditinggalkan kecuali karena Sesuatu Keharusan

Kaidah tersebut yakni sesuatu yang menjadi keharusan itu tidak boleh ditinggalkan kecuali karena sesuatu keharusan. Ibarat-ibarat ini dapat ditarik sebuah kesimpulan.
Pertama wajib dapat ditinggalkan, karena wajib. Kedua wajib tidak dapat ditinggalkan, karena Sunah. Ketiga, sesuatu yang haram tidak dapat dilanggar, kecuali karena adanya wajib. Keempat, kalau karena sunah, haram tidak dapat dilanggar.

Pengecualian

Dalam kaidah tersebut dan ibarat-ibarat lainnya terdapat sebuah pengecualian. Contohnya dalam Sujud sahwi hukumnya itu sunah dan tidak menyebabkan batalnya salat. meskipun Sujud sahwi itu menimbulkan banyak gerakan dalam salat. Lalu membunuh ular di tengah-tengah salat itu hukumnya Sunah dan tidak membatalkan salat, walaupun bisa menimbulkan banyak gerakan dalam salat. Kemudian takbir dengan mengangkat tangan berkali-kali dalam salat Ied hukumnya Sunah dan tidak membatalkan salat, walaupun membutuhkan banyak gerakan juga. Menambah rukuk dalam salat gerhana hukumnya Sunah dan tidak membatalkan salat, walaupun menimbulkan banyak gerakan. Terakhir melihat perempuan yang bukan mahram hukumnya haram, tapi kalau seorang sedang khitbah, hal itu diperbolehkan. Padahal khitbah itu sunah.

Wallahua’lam

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here