Kebakaran kilang Balongan, Ustaz Yusuf Mansur ingatkan tentang neraka

Kebakaran kilang Balongan, Ustaz Yusuf Mansur ingatkan tentang neraka

Dini hari tadi, bencana terjadi di kilang Balongan milik Pertamina. Simpati dan doa mengalir pasca kilang minyak tersebut terbakar hebat. Ustaz Yusuf Mansur alias UYM mem-posting beberapa video kilang Balongan yang terbakar di Instagram pribadinya, 29 Maret 2021.

Dalam video yang diunggah oleh Ustaz Yusuf Mansur, terlihat warga berlarian sambil mengungkap rasa panas yang dirasakan, “Pertamina kebakaran wei. Wei panas. Panas ya Allah, yakin demi Allah. Bantu wei.”

Teringat surat dalam Al-Qur’an

Dalam video yang diunggah pertama kali, Ustaz Yusuf Mansur berkomentar langit yang berwarna merah karena kobaran api kilang Balongan serupa dengan yang disebut dalam surat ArRahmaan. “Fa-idzan-syaqqotis-samaa-u, fakaanat wardatan kaddihaan. Dan apabila langit telah terbelah, dan menjadi merah mawar, seperti (kilauan) minyak. Fabi-ayyi aalaa-i Robbikumaa tukadzdzibaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kamu dustakan?” (Qs. Ar Rahmaan, 37-38).

Wirda Mansur dan ayahnya, Ustaz Yusuf Mansur. Foto: Instagram @wirda_mansur
Wirda Mansur dan ayahnya, Ustaz Yusuf Mansur. Foto: Instagram @wirda_mansur

Dalam postingan selanjutnya, UYM berdoa semoga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Melihat peristiwa nahas tersebut, dia mengaku teringat akan neraka yang disebut dalam surat al Humazah, surah ke-104.

Dia menggambarkan siksa neraka yang kekal abadi. Manusia penghuni neraka ditempatkan dalam satu ruangan lalu ditutup rapat. Mereka diikat dan digantung di tiang. Tidak ada yang bisa membebaskan mereka terkecuali Allah SWT. “Nah, kemudian ruangan itu mulai dibakar, dengan api yang sudah dipanaskan duluan. Dengan derajat yang ga akan pernah terbayangkan oleh ummat manusia. Kalau cuma panas matahari aja mah, super enteng kali. Nah, skrg, bayangkan… Itulah 1 model neraka. Sedangkan neraka bermodel2. Ga ada yang enak sama sekali,” tulisnya.

Lalu dia membandingkan sederet peristiwa kebakaran hebat yang pernah terjadi di dunia. Neraka dunia pada akhirnya akan padam, tapi tidak begitu dengan siksa neraka nanti. “Nah, Chernobyl, Fukushima, Jordania, Cilandak, Kosambi, dan yg trakhir, Balongan… Ini di udara terbuka. Di ruangan terbuka. Bukan tertutup seperti ilustrasi Qs. Al Humazah. Dan pasti padamnya,” sambungnya.

Siksa di neraka

Ustaz Yusuf Mansur kembali mengingatkan siksa di neraka yang kekal abadi, merujuk pada surat al Humazah. “Dalam keadaan kita “hidup” ga pernah dimatiin… Ga diilangin semua indera perasa… Kulit… Dan lain sebagainya.. Kita lalu digantung di tiang… Dibakar hidup2, ga pernah mati. dan ga pernah keluar. Dibakar selama2nya. Sanggup?”

Siksaan yang sedemikian pedih tentu tidak akan tertahankan oleh umat manusia. Sementara neraka al Humazah diperuntukan bagi mereka yang suka mengumpat dan mencela. “Apa aja diumpat. Apa aja dicela. Ga orang, ga makanan. Ga cuaca, ga suasana. Semua diumpat dan dicela,” sambung UYM.

Ketika Allah memberikan ujian berupa rizki yang berkurang, manusia justru mengumpat dan mencela bukannya berserah diri dan bersyukur. “Bahkan gajian, saat dipotong Allah… Dagangan, saat dibuat ga laku sama Allah… Terus aja diumpat dan dicela… Siapa aja, diumpat dan dicela. Duh. Apa aja diumpat dan dicela. Maka Allah sediakan neraka al Humazah,” tutup Ustaz Yusuf Mansur.

Baca Lainnya

Dihujat bertubi-tubi, Atta Halilintar: Nabi ku ajarkan balas dengan kebaikan

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rasanya pepatah itu pas buat menggambarkan kehidupan Atta Halilintar. Tak hanya menerima sanjungan atas prestasinya sebagai YouTuber...

Gamis Korea, cocok bagi generasi muslimah milenial

Menggunakan busana meskipun sudah sesuai syariat Islam juga tidak boleh terlihat lusuh. Muslimah tetap perlu untuk update terhadap busana yang ada supaya bisa tampil...

Adab puasa yang baik dan perlu dijaga oleh orang muslim

Puasa juga merupakan salah satu ibadah. Dalam syari'at ajaran Agama Islam tentunya setiap ibadah memiliki adab - adabnya. Adapun urgensi menjaga adab dalam beribadah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here