Menyikapi hari raya Imlek sebagai seorang muslim

- Sabtu, 13 Februari 2021 | 07:00 WIB
hari raya imlek.
hari raya imlek.


Islam tidak hanya tentang beribadah dan halal haram saja. Dalam Agama Islam juga mengajarkan betapa pentingnya membangun ukhuwah wathaniyah dan berbuat baik kepada siapa saja. Dalam mencapai hal tersebut, tentu saja unsur toleransi tidak bisa diabaikan. Toleransi adalah sebagai bentuk kita menghargai setiap perbedaan. Perbedaan disini yang dimaksud adalah perbedaan dalam segala hal termasuk perbedaan dalam keberagaman. Indonesia merupakan negara dengan ratusan ribu populasi manusia yang beragam suku, agama, dan budayanya. Sudah menjadi hal wajar banyak sekali yang menggencar - gencarkan untuk selalu bertoleransi antar warga. Hal ini demi menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Perbedaan ini pulalah yang melatarbelakangi adanya semboyan bhinneka tunggal ika di negara kita tercinta. Kemudian topik bahasan kali ini adalah mengenai tahun baru Imlek.





Imlek merupakan tahun baru dari umat agama konghucu. Setiap tahunnya, umat agama konghucu merayakan imlek sebagai hari raya mereka.





Setiap tahunnya banyak sekali yang mempersoalkan keikutsertaan umat agama Islam dalam merayakan hari raya umat agama lain. Dalam Agama Islam ada larangan mengenai menyerupai terhadap agama lain karena hal itu merupakan tasyabbuh. Dan tasyabbuh merupakan hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW.





Lantas bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim menyikapi hari raya Imlek? apakah kita ikut merayakan sebagai bentuk menjunjung toleransi antar umat beragama, atau justru malah melarang perayaan Imlek?





Menyikapi hari raya Imlek sebagai seorang muslim






https://www.instagram.com/p/CLLJAf_AqU4/?utm_source=ig_web_copy_link
Ilustrasi perayaan Imlek. Foto: Instagram.




Dalam ajaran Agama Islam ada batasan mengenai toleransi terhadap agama lain. Tasyabbuh dimaknai sebagai menyerupai umat agama lain. Dan dalam Agama Islam Rasulullah melarang umatnya untuk tidak menyerupai agama lain. Dengan ikut merayakan imlek berarti kita telah tasyabbuh terhadap ajaran agama mereka. Maka dengan itu perayaan imlek berarti kita telah melanggar apa yang Rasulullah larang. Dalam Al - Qur'an surat Al - Kafirun ayat 6, sudah jelas bagiku agamaku bagimu agamamu. Lantas ketika kita melarang perayaan Imlek mereka, berarti kita telah menyalahi dalil Allah SWT. Mereka berhak untuk merayakan Imlek sebagai bentuk rasa syukur mereka terhadap nikmat dalam kehidupannya. Sedangkan kita sebagai umat muslim tidak berhak melarang mereka tapi juga tidak boleh ikut dalam perayaan mereka dalam bentuk memeriahkan. Karena hal tersebut merupakan bentuk dari tasyabbuh terhadap ajaran agama mereka.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bekal terbaik bukan takwa melainkan uang

Senin, 25 Juli 2022 | 09:39 WIB

Tergesa-gesa adalah salah satu akhlak tercela

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Macam-macam zakat mal yang harus dikeluarkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Sering mendapat penolakan? Sikapi dengan 3 cara ini

Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Inilah 3 puasa sunnah dan Keutamaan didalamnya

Senin, 4 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Inilah perjalanan manusia setelah kematian

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Inilah ibadah yang dicintai Allah karena ganjil

Minggu, 3 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Inilah hukum dan keutamaan berjamaah

Minggu, 3 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Terpopuler

X