Kisah perjalanan mualaf Dewa Putu, dari membaca buku

Tips mengambil keputusan. Foto: Pexels

Islam adalah agama terbesar di dunia. Allah mengutus Rasulullah untuk menyebarkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Banyak sekali yang telah kita ketahui entah itu warga Indonesia, ataupun warga asing yang mualaf, seperti halnya Master terkenal Deddy Corbuzier. Baru-baru ini terdapat kisah seorang mualaf yang bernama Dewa Putu. Berikut kisah masuk Islamnya Dewa Putu.

Perjalanan mualaf, Mempelajari Islam Selama 6 Tahun

Dewa Putu atau yang memiliki nama lengkap Dewa Putu Adi saat ini berumur 39 tahun, telah mempelajari Islam selama 6 tahun. Dia memulai mempelajari Islam pada tahun 2017. Berawal dari membaca buku Islam karangan profesor Hindu yang bernama Fait Parkas. Profesor tersebut ialah pendiri kampus Hindu Alamabad di India.

Buku yang membuat Dewa Putu tertarik berjudul Kalki Awatara. Buku tersebut lebih condong dengan Islam dibandingkan dengan agama negara yang dimaksud. Dalam buku tersebut menceritakan tentang seorang tokoh agama yang ciri-cirinya lebih mirip dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dewa Putu pun pernah mengkaji kitab suci agamanya terdahulu yang memiliki kemiripan yang sama.

Islam adalah Agama yang Benar

Bagi seorang Islam, wajib hukumnya kita mempercayai kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Daud, serta Nabi Muhammad yakni Kitab Al-Quran. Kitab yang diturunkan kepada Rasulullah adalah Al-Qur’an, merupakan penyempurna kitab-kitab terdahulu seperti kitab Injil yang diturunkan pada Nabi Isa, Kitab Taurat yang diturunkan pada Nabi Musa dan Kitab Zabur yang diturunkan pada Nabi Daud.

Untuk itu Islam adalah agama yang benar. Kitab-kitab terdahulu pun menjelaskan tentang nabi terakhir yakni, Rasulullah dengan mukjizat terbesarnya Al-Qur’an yang terjaga hingga saat ini.

Perjalanan mualaf Dewa Putu

Dewa Putu mengatakan bahwa dalam buku yang dirinya baca karangan Parkash menjelaskan tentang penganut agama mayoritas di negaranya, yang seharusnya adalah muslim. Sejak kecil Dewa Putu dididik ajaran agama Hindu. Dia juga merupakan orang yang taat Ibadah dalam agama sebelumnya.

Sesuai ketentuan Allah Dewa Putu mendapat Hidayah dari berbagai jalan. Dia tak hanya membaca buku profesor Parkas, namun kerap kali menonton video dakwah Dokter Zakir Naik. Dari situlah dirinya mendapat banyak. Menurutnya Islam merupakan agama universal, hal itu lantaran semua umat Islam di dunia ini mengetahui bahwa nabi yang membawanya ialah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, nabi utusan terakhir Allah.

Dewa pun kagum dengan kitab suci Al-Qur’an karena digunakan oleh semua muslim di dunia ini, dan hal itu sama persis dengan kandungan yang tetap terjaga dan bahasa yang sama. Begitu pula ajaran yang dibawa oleh Islam. Berbeda dengan agama yang lain, di satu tempat ajarannya selalu berbeda.

Dewa pun membuat keputusan untuk sering bertemu dengan para Ustadz, contohnya adalah Ustadz Adi Hidayat. Dewa Putu pun mulai belajar salat serta mengaji. Ujian pun Menghadang Dewa, dirinya dan keluarganya pernah diuji Allah dan kondisi perekonomian. Namun sebagai seorang Islam tidak boleh putus asa Dari rahmat Allah, itulah yang Dewa pegang.

Dewa meminta solusi kepada Ustadz Khalid Basalamah, Ustad mengatakan bahwa manusia tidak ditugaskan untuk mencari sebuah jalan keluar, namun manusia diciptakan untuk beribadah. Akhirnya Allah menolong Dewa.

Wallahua’lam.

Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here