Memahami makna dan keutamaan sifat zuhud

Zuhud diartikan sebagai melepaskan kecondongan hati dari hal dan perkara duniawi. Bagi mereka yang menerapkan sifat ini dalam hidupnya, mereka akan melepaskan segala bentuk perhatiannya kepada hal yang bersifat duniawi. Karena pada dasarnya orang yang memiliki sifat ini akan selalu merasa cukup. Ia akan memilih menjalani kehidupan yang sederhana agar tidak terpengaruh oleh hal yang bersifat duniawi. Dalam menerapkan sifat ini dalam hidup, seseorang harus memahami satu hal. Bahwa inti dari sifat ini adalah meninggalkan hal – hal yang berpotensi menjauhkan diri dari keta’atan kepada Allah SWT. Bahkan orang yang zuhud akan meninggalkan rasa gemarnya pada hal yang kelak tidak akan berguna bagi kehidupannya di akhirat.

Akan tetapi banyak di dunia ini yang kurang memahami makna sifat ini. Mereka salah mengartikan bahwa zuhud semata – mata meninggalkan seluruh hal yang bersifat dunia seperti harta. Sehingga yang mereka pahami tentang sifat ini adalah hidup di dunia tanpa harta. Pengartian ini sungguh salah kaprah. Zuhud bukan berarti meninggalkan seluruh perkara dunia, apalagi membenci hal yang bersifat duniawi. Yang dimaksud meninggalkan perkara duniawi adalah tidak mencintai dunia secara berlebihan, dengan tetap kita sebagai manusia mencukupi kebutuhan untuk hidup di dunia. Bagaimana mungkin seorang yang zuhud membenci dunia? padahal ketika ia ingin menggapai kehidupan akhirat yang menjadi tujuan utama zuhud, sangat penting untuk mempersiapkan perbekalannya ketika hidup di dunia.

Makna dan keutamaan zuhud

Zuhud dimaknai juga sebagai qona’ah atau merasa cukup. Meyakini dengan sepenuh hati akan ketetapan Allah SWT itulah yang terbaik untuknya.

(Baca juga : Jauhkan bisnis dari riba, lakukan langkah positif ini!)

Ketika dilanda suatu musibah, seseorang yang zuhud daripada bersedih, ia akan mengambil hikmah dibalik musibah yang dialami. Bahkan ketika seluruh harta dan kekayaannya hancur atau rusak karena musibah, ia menyadari bahwa semua hal yang dimilikinya tersebut hanyalah titipan dan ada hak orang lan juga di dalam hartanya. Maka ketika kelak Allah SWT akan mengambil hartanya, ia tak akan ada rasa kecewa dan kesedihan yang mendalam pada dirinya. Bahkan saat ia mencapai suatu prestasi yang membanggakan dan segala bentuk pujian terhaturkan padanya, orang yang memiliki sifat ini tidak akan terlena. Ia akan mengerti bahwa dzat yang layak dipuji hanyalah Allah SWT semata. .

Dalam Al – Qur’an surat Ali Imron ayat 14-15, Allah SWT berfirman bahwa orang yang menerapkan sifat kezuhudan ini memiliki kemuliaan yang luar biasa. Yakni Allah SWT menjanjikan pembalasan surga bagi diri orang yang zuhud di hari kemudian kelak.

Untuk hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

Baca Lainnya

Roger Danuarta belajar sholat dan ngaji atas nasihat ibunda non muslim

Baru-baru ini Roger Danuarta menceritakan perjalanan spiritualnya hingga mantap menjadi seorang muslim. Hal itu diceritakannya bersama istri, Cut Meyriska dalam kanal YouTube Ussy Andhika. Butuh...

Asal mula masuknya Abu Bakar As-Siddiq ke agama Islam

Abu Bakar As-Siddiq adalah salah seorang sahabat nabi yang termasuk dalam As Sabiqun Al Awalun, atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Beliau memiliki nama...

Kisah Julaibib ra, sahabat yang sangat dicintai Rasulullah

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian."...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here