Orang tua pilih kasih bisa timbulkan kecemburuan antar anak

Orang tua pilih kasih bisa timbulkan kecemburuan antar anak

Setiap kita pasti sudah tidak asing mendengar orang tua pilih kasih. Sebagai calon orang tua atau yang sekarang sudah menjadi orang tua, sama-sama harus memahami bahwa perlu berlaku adil. Mengenai pemberan semua harus diperlakukan sama. Tidak boleh ada yang namanya anak kesayangan, karena semua anak berhak mendapatkan kasih sayang yang sama. Tindakan pilih kasih ini bisa menimbulkan rasa sedih bagi anak yang kurang disayangi dalam tingkatan paling rendah. Sedangkan dalam tingkatan yang parah adalah dendam tidak mau berbakti pada orang tua.

man carrying to girls on field of red petaled flower
Orang tua harus adil. Foto: Unsplash

Hindari pilih kasih supaya anak patuh

Secara psikologi semua anak pasti ingin mendapatkan kasih sayang yang adil. Ini merupakan bentuk bagaimana orang tua mengajarkan keadilan kepada anak sejak dini juga. Orang tua yang khilaf bisa saja melakukan pilih kasih dan kasus ini sudah sering terjadi di dunia nyata. Mereka menyebabkan anak yang kurang mendapatkan kasih sayang menjadi dengki dan liar. Anak-anak tersebut tidak ingin terlalu mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

Kisah ini juga pernah terjadi pada masa Nabi Yusuf AS masih kecil. Nabi Yusuf AS punya saudara lebih dari satu dan diketahui bahwa bapak mereka yakni Nabi Yakub AS lebih condong memberikan kasih sayang kepada Nabi Yusuf AS. Saudara-saudara Nabi Yusuf AS sampai menjadi liar dan menuduh bapaknya melakukan tindakan yang tidak dapat dimaafkan. Padahal seperti kita ketahui Nabi Yakub AS masuk daftar orang-orang pilihan Allah SWT yang dijaga perbuatannya saja tidak luput dari kesalahan. Namun sebagai manusia sudah seharusnya untuk bisa belajar dari masa lalu dan menjadi orang tua yang adil.

Masuk dalam Al-Quran tentang larangan orang tua pilih kasih

Kisah Nabi Yusuf AS tadi masuk dalam Al-Quran tepatnya ayat 8. Kamu bisa melihat apa yang dikatakan oleh saudara Nabi Yusuf AS yang kekurangan kasih sayang di bawah ini.

“Yaitu ketika mereka berkata “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya Bunyamin lebih dicintai oleh ayah Kita daripada Kita sendiri, padahal kita ini satu golongan yang kuat. Sesungguhnya ayah Kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.”.

Orang tua harus bisa berlaku adil dan terhindari dari diskriminatif. Hal ini demi menghindari tragedi yang pernah dialami Nabi Yusuf AS. Tindakan keji yang pernah dilakukan oleh saudara-saudara tersebut adalah membuangnya masuk ke dalam sumur. Untungnya beliau selamat, karena dipungut oleh musafir yang lewat.

Bagi kamu yang mengalami kondisi orang tua pilih kasih pada saudara, maka kamu hanya perlu bersabar. Cobalah mengingatkan orang tua dengan baik-baik dan maafkanlah. Namun bila orang tua tidak juga berubah dan tetap pilih kasih, kamu perlu memohon kepada Allah SWT supaya dilimpahkan kasih sayang yang berasal dari Allah SWT. Sesungguhnya kasih sayang dari Allah SWT itu lebih besar kepada hamba yang bersabar. Bahkan orang-orang yang sabar terhadap orang tua seperti ini bisa mendapatkan pahala yang besar. Tetaplah berbuat baik kepada anak yang dicondongkan kasih sayangnya oleh orang tua. Cobalah untuk berbuat baik juga terhadap orang tua yang pilih kasih. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima (TCT)

Baca Lainnya

Dihujat bertubi-tubi, Atta Halilintar: Nabi ku ajarkan balas dengan kebaikan

Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rasanya pepatah itu pas buat menggambarkan kehidupan Atta Halilintar. Tak hanya menerima sanjungan atas prestasinya sebagai YouTuber...

Sepatu flat sekarang banyak macamnya dan gak boring

Sebagian besar ulama masih memperdebatkan masalah halal haram tentang sepatu hak tinggi. Hanya saja ulama berpendapat bahwa hukumnya adalah makruh. Sedangkan sisanya adalah haram....

Adab puasa yang baik dan perlu dijaga oleh orang muslim

Puasa juga merupakan salah satu ibadah. Dalam syari'at ajaran Agama Islam tentunya setiap ibadah memiliki adab - adabnya. Adapun urgensi menjaga adab dalam beribadah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here