Hablum minannas penting saat masa pandemi, tetap utamakan kesehatan

Hablum minannas tetap penting di tengah masa pandemi seperti saat ini, tapi disertai dengan sejumlah penyesuaian.

Allah SWT telah memberikan perintah kepada umat Islam untuk melakukan tolong menolong baik antara sesama umat muslim atau dengan non muslim. Jadi bisa dikatakan bahwa tolong menolong tersebut dilakukan atas dasar kehendak hati.

Pandemi memberlakukan aturan agar masyarakat mengurangi silaturrahmi secara tatap muka. Peraturan tersebut membuat masyarakat merasa sulit, bukankah komunikasi yang menyatukan masyarakat Indonesia dari perbedaan yang begitu besar?. Komunikasi tatap muka antar masyarakat menjadi hal yang mahal setelah adanya pandemi.

Perbedaan perspektif

Pandemi memberikan perspektif sudut pandang yang berbeda di mata masyarakat. Kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat menjadi salah satu alasannya. Sebagian besar masyarakat cenderung percaya dan mawas diri terhadap virus Covid-19, sementara yang lain dengan keterbatasan informasi seperti di desa terpencil lebih meyakini bahwa wilayah mereka aman dari corona.

Dari pemikiran tersebut, beberapa masyarakat masih nekat untuk tetap menjalankan silaturrahmi secara langsung dan tatap muka. Hal ini bisa dilihat dari kondisi saat ini, di sepanjang jalan raya masih terdapat orang yang berkumpul dengan jumlah banyak tanpa mematuhi protokol kesehatan.

silaturahmi secara online. Foto: Instasave
silaturahmi secara online. Foto: Instasave

Silaturrahmi daring

Jika biasanya silaturrahmi dilakukan dengan berkunjung dari tempat ke tempat, sekarang telah memanfaatkan perkembangan teknologi yang cukup canggih yakni menggunakan gadget. Dengan solusi tersebut selain komunikasi yang tetap lancar dan berjalan dengan baik, masyarakat juga diuntungkan dengan terjaminnya kesehatan.

Karena saat ini kesehatan sangatlah mahal. Sehat merupakan nikmat terbesar yang Allah Swt, berikan kepada hamba-hamba-Nya. Maka dari itu masyarakat Indonesia harus tetap mengutamakan prioritas kesehatan dibandingkan yang lainnya.

Menerapakan social distancing

melakukan social distancing lebih sulit untuk diterapkan dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan pandangan masyarakat bahwa “Silaturahmi dapat memperpanjang umur.” Memang hadist tersebut benar adanya, namun melihat semakin meningkatnya angka positif Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah memberikan larangan untuk mengurangi komunikasi tatap muka.

Islam merupakan agama yang luhur, baik dalam ajaran budi pekertinya, serta adab yang diajarkan. Banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk tetap menjalin silaturahmi dengan saudara tanpa bertatap muka atau melakukan social distancing yakni dengan melakukan komunikasi secara online.

Baca Lainnya

Roger Danuarta belajar sholat dan ngaji atas nasihat ibunda non muslim

Baru-baru ini Roger Danuarta menceritakan perjalanan spiritualnya hingga mantap menjadi seorang muslim. Hal itu diceritakannya bersama istri, Cut Meyriska dalam kanal YouTube Ussy Andhika. Butuh...

Asal mula masuknya Abu Bakar As-Siddiq ke agama Islam

Abu Bakar As-Siddiq adalah salah seorang sahabat nabi yang termasuk dalam As Sabiqun Al Awalun, atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Beliau memiliki nama...

Kisah Julaibib ra, sahabat yang sangat dicintai Rasulullah

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian."...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here