Polemik poligami di dunia Islam

polemik poligami

Dalam dunia Islam, poligami menjadi suatu polemik besar. Banyak sekali orang yang berbeda mendapat mengenai hukumnya, baik hukum agama maupun hukum negara. Sehingga polemik ini tidak hanya berdampak pada perbedaan pandangan dari umat muslim saja, namun juga umat agama lain. Polemik poligami dalam dunia Islam berkonteks pada apakah ini termasuk sunah nabi? Atau hanya Nabi saja yang boleh melakukannya? Banyak sekali pihak yang memperdebatkan hal ini. Mereka yang menghalalkan poligami merujuk pada suatu ayat dalam Al – Qur’an surat An – Nisa’ ayat 3. Dalam ayat tersebut menjelaskan bolehnya melakukan suatu poligami. Namun pihak lainnya ada juga menganggap bahwa perbuatan ini hanya boleh dilakukan oleh Nabi saja dan tidak untuk umatnya. Seperti halnya Nabi yang mewajibkan dirinya sholat dhuha dan tahajud.

Perbedaan inilah yang menjadi suatu problematika umat Agama Islam. Khususnya bagi umat Agama Islam yang masih awam dalam mempelajari Agama Islam. Tentunya mereka yang hanya mengikuti hawa nafsunya pasti lebih mengikuti pendapat pertama. Hal inilah bentuk dari dampak buruk adanya polemik ini. Mereka yang berpoligami, mengatasnamakan sunah juga dalil Al – Qur’an. Padahal belum tentu dalam dirinya memang memiliki niat seperti itu. Karena kemungkinan besar, mereka mengikuti pendapat pembolehan mengenai poligami hanya karena mengikuti hawa nafsunya saja.

Menyikapi polemik poligami

Dalam polemik poligami ini, sebagai umat muslim kita harus bijak menyikapinya. Kita harus bisa berkaca diri dan introspeksi diri. Beliau Nabi Muhammad SAW adalah sebaik – baiknya manusia yang diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini. Allah SWT sertakan sifat – sifat mulia pada diri Rasulullah SAW agar dapat diteladani umatnya. Maka tak salah beliau dalam memperlakukan istri – istri beliau pasti akan sangat adil. Kita yang hanya manusia biasa, mengurus diri agar bisa bertakwa saja belum tentu bisa istiqomah dan konsisten. Lantas bagaimana mungkin kita mampu bisa konsisten untuk selalu bijak bila beristri lebih dari satu?

Maka mengenai polemik poligami ini, justru menjadi sebuah momentum untuk muhasabah diri. Sebagai manusia biasa yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi seperti beliau Rasulullah SAW. Maka yang layak kita tiru sebagai umatnya bukanlah perbuat poligami yang dilakukan beliau. Namun kita bisa meneladani bagaimana akhlak, adab dan sikap beliau dalam membina rumah tangganya.

Akan lebih berbahaya jika kita berpoligami mengatasnamakan sunah beliau bahkan mengatasnamakan perintah Allah. Padahal niat yang sebenarnya hanya karena didasari oleh hawa nafsu belaka. Justru poligami yang dilakukan malah mendatangkan fitnah dan mudhorot yang sangat besar. Naudzubillah. (TCT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here