Ustaz Abdul Somad ungkap hukuman berat bagi pelakor, Naudzubillah min dzalik

Dalam berumah tangga, pasangan suami istri pasti mengalami berbagai ujian. Mulai dari masalah ekonomi hingga pihak lain yang menguji kesetiaan. Akhir-akhir ini, istilah pelakor marak diperbincangkan. Sebutan itu dialamatkan bagi wanita yang menjadi orang ketiga, perusak rumah tangga pasangan lain. Pelakor tentu saja akan menghadapi hukuman sosial dari masyarakat.

Selain sanksi sosial ternyata ada hukuman lain bagi para pelakor. Hal inilah yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad dalam salah satu tausiyah.

Hukuman berat bagi para pelakor

Ustaz Abdul Somad. Foto: Youtube

Seperti biasa, Ustaz yang akrab disapa UAS tersebut menjawab pertanyaan dari jemaah. Kali ini, dia mendapat pertanyaan tentang pelakor. “Apa hukuman bagi pelakor? Ini pasti yang buat pertanyaan perempuan, yang suaminya sudah tidak pulang-pulang, namanya Bang Toyib,” ujar Ustaz Abdul Somad, dikutip dari saluran YouTube Slamet Basuki.

Ia kemudian menjawab dengan menjelaskan dalil yang berkaitan dengan hukuman untuk pelakor. Jika si pelakor masih gadis, maka hukuman berupa cambuk seratus kali. Bagi wanita yang sudah menikah, hukumannya lebih berat lagi.

Az-zaniyatu waz zaanii, perempuan yang mengganggu laki-laki, fajliduu kulla waahidim min humaa mi`ata jalda, cambuklah mereka seratus kali cambuk kalau masih gadis. Tetapi kalau sudah menikah, dilempar batu sampai mamp*s, itu untuk perempuan,” katanya.

Meski begitu, dalam kasus pelakor, UAS menganggap jangan hanya menyalahkan pihak perempuan saja. “Tapi ini pertanyaanya tidak adil, kalau ada kasus selingkuh yang jahat (tidak hanya) perempuan pelakor-pelakor, (tapi) laki-laki juga nakal. Pelakor ada karena ada senior, siapa itu senior? senang istri orang. Mudah-mudahan kampung kita dijauhkan dari pelakor dan senior,” imbuhnya ditanggapi tawa.

Pelakor termasuk dosa besar

Memisahkan suami dari istri termasuk goal-nya setan. Dari Jabir radhiyallahu’anhu, Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian dia mengutus bela tentaranya. Maka yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang paling besar menebar fitnah. Salah satu dari mereka akan datang, lalu berkata ” Aku telah mengerjakan demikian dan demikian. Iblis berkata,”Kamu belum mengerjakan sesuatu”. Perawi berkata,”Kemudian datang lagi salah satu dari mereka dan berkata,” Aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mampu memisahkan antara dirinya dengan istrinya”. Perawi berkata lagi, “Akhirnya dia didekatkan kepada iblis, lalu iblis berkata,”Bagus Engkau”. Perawi berkata, Iblis pun merangkul dan memeluknya”.

Pelakor juga terhitung melakukan zina, meski tak terbatas pada hubungan suami istri tanpa ikatan pernikahan saja. Perlu diingat, dengan memandang wajah non mahram, berpegangan tangan bahkan ngobrol dan chat mesra sudah termasuk zina.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca Lainnya

Roger Danuarta belajar sholat dan ngaji atas nasihat ibunda non muslim

Baru-baru ini Roger Danuarta menceritakan perjalanan spiritualnya hingga mantap menjadi seorang muslim. Hal itu diceritakannya bersama istri, Cut Meyriska dalam kanal YouTube Ussy Andhika. Butuh...

Asal mula masuknya Abu Bakar As-Siddiq ke agama Islam

Abu Bakar As-Siddiq adalah salah seorang sahabat nabi yang termasuk dalam As Sabiqun Al Awalun, atau orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Beliau memiliki nama...

Kisah Julaibib ra, sahabat yang sangat dicintai Rasulullah

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian."...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here